Kamis, 09 April 2015

Building Rapport



Kembali membahas tentang NLP, kali ini saya akan menjelaskan salah satu teknik dalam NLP yang di kenal dengan Rapport. Bisa dikatakan ini adalah ilmu yang menarik karena tekniknya sama seperti anak kecil. Yang dimanapun ia berada, dengan siapapun itu. Sangat disenangi oleh orang-orang. Bahkan yang belum dikenal sekalipun.

Mengapa saya mengatakan bahwa teknik ini sama seperti bagaimana anak-anak belajar. Kerena teknik ini membimbing kita untuk meniru apa yang di lihat, di dengar, dan yang di rasakan oleh lawan bicara kita. Timbul pertanyaan ; “bagaimana mungkin kita bisa meniru apa yang orang lain lihat, dengar dan rasakan, bahkan kepada orang asing?” jawabannya tentu bisa karena di NLP inilah kita mempelajarinya.

Rapport dalam NLP yaitu bagaimana kita membangun kedekatan atau keakraban dengan orang lain hingga mendapat trust (kepercayaan). Tentu kalian sering mengalami yang namanya mencari teman yang sepaham saat berada pada suatu komunitas/lingkungan sosial yang baru. Mengapa kita mencari teman yang sepaham? Itu karena teman yang sepaham, atau yang lebih banyak memiliki kesamaan dengan kita membuat kita merasa lebih nyaman dan lebih terbuka saat berkomunikasi.

Berbeda halnya ketika kita bergabung dalam gerombolan orang-orang tertentu yang tidak sepaham dengan kita, bahkan cenderung bertolak belakang dengan paham kita, dengan sendirinya kita akan bersikap defensif (melindungi diri). Obrolanpun terasa hambar, kurang menarik minat kita, dan membuat kita merasa bosan karenanya. Bahkan bisa saja kita merasa jengkel ketika mereka mencela apa yang kita sukai.

Mungkin dari paparan saya barusan kalian sudah bisa menangakap sedikit banyaknya bagaimana Rapport bekerja. Tepat sekali, Rapport bekerja dengan membuat diri kita memiliki kesamaan kesamaan dengan lawan bicara kita. Istilah dalam kasus ini adalah Pacing, yaitu menyamakan verbal lawan bicara kita. Sehingga lawan bicara kita merasa nyaman saat mengobrol dengan kita karena kita memiliki minat dan paham yang sama. Setidaknya itu asumsi mereka.

Selain Pacing, ada juga istilah Mirroring dan Macing dalam NLP. Kedua teknik ini yaitu bagaimana kita menyamakan posture dan gesture kita dengan lawan bicara. Fungsinya sama dengan Pacing, yaitu membuat orang lain tanpa mereka sadari merasa nyaman dengan kita.

Adapun pasangan dari Pacing itu sendiri yaitu Leading. Leading disini bisa dikatakan adalah teknik bagaimana kita membimbing lawan bicara kita, atau istilah kasarnya mempengaruhi lawan bicara tanpa mereka sadari.

Cara kerjanya yaitu pertama-tama kita lakukan pacing terlebih dahulu hingga lawan bicara kita merasa nyaman saat mongobrol dengan kita. Baru kemudian kita leading dia. Leading disini bukan dengan maksud yang buruk. Tapi untuk membantu masalah yang dihadapi lawan bicara. Sama halnya dengan conseling.  Demikian pemaparan saya mengenai Rapport. Terimakasih sudah membaca artikel ini.

Pilar-Pilar NLP



Masih membahas tentang Neuro-Linguistics Programming atau disingkat NLP. Kali ini saya akan membahas mengenai pilar-pilar dalam NLP. Seperti yang kalian ketahui pilar adalah tiang kokoh yang menjadi kerangka utama dalam bangunan. Jika salah satu pilar saja tumbang atau rapuh, maka dengan mudahnya bangunan itu akan rapuh, rubuh, ataupun menjadi miring sebelah.

Seperti itulah peran pilar-pilar dalam NLP yang harus dimiliki oleh setiap orang yang telah mempelajari NLP maupun para Praktisi NLP itu sendiri. Karena Pilar-pilar inilah yang akan membantu dan membangun seorang NLPmenjadi pribadi yang baru dan Luar biasa.

Pilar-pilar dalam NLP sendiri itu ada 4. Pertama yaitu Outcome atau hasil dan tujuan. Kedua yaitu Sensory Acuity yaitu bagaiman kita memanfaatkan ke lima panca indra kita dalam mengolah dan memproses suatu informasi. Yang ketiga adalah Behaviour Fleksibelity yaitu bagaimana kita menjadi fleksibel dalam menjalani hidup kita terutama dalam menghadapi masalah-masalah. Dan yang terakhir yaitu Rapport,

1.        Outcome
Outcome dalam NLP yaitu seorang NLP harus fokus pada tujuan/hasil akhir. Dengan mengenyampingkan masalah-masalah ataupun hambatan-hambatan yang dihadapi. Gunanya agar seorang NLP tetap tenang, dan tidak terpancing oleh masalah yang dihadapi yang pada akhirnya hanya akan membuat semakin runyam dan menjauhkan dari target.

2.        Sensory Acuity
dalam hal ini yaitu bagaimana seorang NLP menggunakan kelima Panca indranya dalam manggali informasi yang didapatkan ataupun dalam memandang dunianya. Semakin peka kelima panca indra itu akan semakin menunjang seorang NLP dan menggali informasi dari kliennya. Ataupun dalam mencari solusi dari suatu permasalahan yang dihadapi.

3.        Behaviour Fleksibelity
Seorang NLP harus bersifat fleksibel, hal ini guna membuat seorang NLP menjadi seorang yang bebas menentukan cara terbaik maupun cara-cara alternatif lainnya dalam menghadapi suatu permasalhan. Orang-orang awam biasanya terlalu disibukkan dengan masalah yang mereka hadapi, sehingga hal itu menyita energi mereka lebih banyak dari seharusnya. Karena terlalu sibuk dengan masalahnya sehinnga membutakan mereka akan adanya alternatif lain. Fleksibel juga berarti bahwa dalam setiap melakukan percakapan dengan siapapun itu, kita tidak terpacu pada cara kita, tidak memaksakan cara kita, tetapi membuat kita lebih leluasa untuk mencari ide-ide lainnnya sesuai kebutuhan lawan bicara kita.

4.        Rapport
Rapport berarti bagaimana kita bisa membuat orang lain merasa nyaman dengan kita, sehingga timbul perasaan percaya kepada kita. Seorang NLP harus bisa membangun kedekatan dengan siapa saja, apaun profesinya. Menenai Rapport sendiri akan ada Article khusus untuk membahasnya.

Demikianlah penjelasan saya mengenai 4 Pilar yang harus dipegang atau dimiliki oleh orang-orang NLP. Yang akan membuat seorang NLP menjadi pribadi yang luarbiasa.

Apa itu NLP?



  Dalam artikel kali ini saya akan membahas tentang Neuro-Linguistic Programming atau di singkat NLP. Mugkin sebagian dari kalian pernah mendengar istilah ini, atau bahkan kalian mungkin sudah tau apa itu NLP. Pada dasarnya NLP adalah suatu ilmu komunikasi yang di temukan dan di kembangkan oleh Richard Bandler dan John Grinder hasil dari mewawancarai tiga orang sukses pada akhir tahun 1970an. Yaitu Fritz Perls, Virginia Satir, dan Milton H. Erickson.
Awalnya Richard Bandler dan John Grinder ingin mencari tau perbedaan dasar antara orang-orang yang meraih sukses dalam hidupnya dan orang-orang yang biasa-biasa saja atau gagal dalam merintis kesuksesannya. Maka dari itu kedua orang ini bekerja sama untuk menemukan suatu methodologi dimana nantinya dapat digunakan dan di terapkan kepada orang-orang yang ingin meraih kesuksesan dalam hidupnya.
Di mulailah penelitian itu, dan objeck pertama mereka adalah salah seorang pakar Psychotherapy pada masa itu Fritz Perls. Richard Bandler merasa sangat penasaran dengan sosok ini karena ia mampu membantu menyelesaikan masalah kliennya dalam waktu singkat. Maka diapun belajar Psychology dengan serius kepeda Fritz Perls. Bahkan dia melakukan observasi secara langsung saat Perls sedang menangani pasiennya. Disinilah Bandler mengetahui bakatnya dalam mencontek (modeling).
Selesai dengan Perls mereka berdua melanjutkan penelitiannya terhadap Virginia satir. Virginia Satir kala itu terkenal sebagai pakar terapi keluarga. Hasil dari meneliti kedua orang inilah yang menjadi dasar munculnya NLP. Dengan teknik yang di kenal dengan istilah Meta Model. Teknik ini di perkenalkan melalui buku yang mereka berdua terbitkan yang berjudul The Strukture Of Magic.
Karena melihat keseriusan mereka berdua dalam melakukan penelitian itu. Maka Gregory Bateson yang seorang Antropologi memberikan saran kepada mereka untuk meneliti Milton H. Ericcson. Hasil dari penelitian ini kemudian di tulis dalam buku The Structure of Magic II dengan memperkanalkan teknik kedua dari NLP itu sendiri yang di kenal dengan nama Milton Model.
Sejak saat itulah NLP mulai berkembang hingga saat ini. Dan melahirkan banyak orang-orang yang sukses dengan methodenya. Dan hal ini pulalah yang mendasari para trainer-trainer NLP untuk membagikan ilmu ini sebagai bentuk pemberdayaan dan pengembangan Potensi diri.
Jika ingin lebih mengenal Apa itu NLP silahkan untuk mengikuti Seminar- seminar atupun pelatihan-pelatihan yang saat ini sudah banyak sekali. Semoga artikel ini bermanfaat untuk para pembaa sekalian. Terimakasih.